Jelajah
IMG-LOGO
Pawarta Desa Dukun

TIM MASCERIA Campaign Ilmu Komunikasi Untidar Gelar Sosialisasi Literasi Penipuan Digital Bersama CV Barokah Merapi

Create By Muhammad Nasih Ulwan 20 May 2020 38 Views
IMG

MAGELANG — Tim MASCERIA (Masyarakat Cerdas Bermedia) dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi literasi penipuan digital bagi anggota PKK Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jumat (22/5/2026) pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program CSR Campaign yang dilaksanakan bekerja sama dengan CV Barokah Merapi.

 

Kegiatan ini dilatarbelakangi meningkatnya kasus penipuan digital di masyarakat, termasuk di wilayah Kabupaten Magelang. Melalui program tersebut, Tim MASCERIA berupaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya perempuan yang dinilai rentan menjadi sasaran penipuan digital.

 

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) Magelang Raya, organisasi yang bergerak di bidang pemberantasan misinformasi, disinformasi, dan hoaks serta aktif memberikan edukasi literasi digital kepada masyarakat.

 

Materi disampaikan oleh Fida selaku Wakil Koordinator Wilayah MAFINDO Magelang Raya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa penipuan digital merupakan tindak kejahatan yang memanfaatkan media digital atau internet untuk menipu korban, mencuri data pribadi, maupun menyebabkan kerugian finansial.

 

Peserta diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri penipuan digital, seperti permintaan data pribadi dan kode OTP, penggunaan bahasa yang mendesak atau mengancam, hingga modus meminta transfer uang. Selain itu, dijelaskan pula berbagai modus penipuan yang marak terjadi di media sosial, mulai dari lowongan kerja palsu, hadiah undian fiktif, hingga investasi ilegal.

 

Fida juga memaparkan sejumlah kasus penipuan digital yang pernah terjadi di wilayah Magelang, seperti penipuan bantuan sosial, penipuan lowongan kerja, hingga penipuan yang mengatasnamakan Bupati Magelang. Menurutnya, dampak penipuan digital tidak hanya berupa kerugian finansial, tetapi juga menimbulkan trauma, rasa takut, dan hilangnya kepercayaan korban terhadap orang lain. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak sembarangan membuka tautan asing, serta selalu memeriksa kebenaran informasi yang diterima.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dikenalkan langkah “ABCD” untuk melawan penipuan digital, yakni Amati pesan yang diterima, Baca informasi secara utuh, Cek fakta dan kebenarannya, serta Diskusikan dengan orang lain sebelum mengambil keputusan. Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai langkah yang perlu dilakukan apabila menjadi korban penipuan digital, seperti segera mengganti kata sandi akun, menghentikan transaksi, memblokir akses tertentu, dan melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.

 

Narasumber turut memberikan edukasi mengenai cara memeriksa kebenaran informasi bantuan sosial melalui situs resmi Kementerian Sosial yang hanya dapat diakses melalui domain resmi kemensos.go.id atau cekbansos.kemensos.go.id. Peserta juga diperkenalkan dengan layanan WhatsApp “CEKSUMBER” dan situs turnbackhoax.id sebagai sarana verifikasi informasi yang beredar di masyarakat.

 

Kegiatan ditutup dengan kuis interaktif mengenai materi penipuan digital sebagai sesi ice breaking sekaligus evaluasi pemahaman peserta. Pemenang kuis mendapatkan hadiah dari panitia.

 

Ketua TP PKK Desa Dukun, Prastiwi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu memahami perkembangan teknologi digital agar tidak hanya merasakan dampak negatif, tetapi juga mampu memanfaatkan sisi positifnya dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Terima kasih kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi Untidar yang telah menyelenggarakan kegiatan literasi penipuan digital di Desa Dukun. Saat ini kita hidup di era digital sehingga masyarakat harus memahami dan menguasainya agar tidak mudah terkena dampak negatif,” ujarnya.

 

Pemerintah Desa Dukun berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah maraknya kasus penipuan digital, mulai dari modus jual beli online hingga berbagai bentuk penipuan lainnya yang banyak memakan korban.

 

Melalui program ini, Tim MASCERIA Campaign berharap masyarakat Desa Dukun semakin cerdas dalam bermedia, lebih selektif dalam menerima informasi, serta mampu melindungi diri dari ancaman penipuan digital.

Penulis: Muhamad Hilmy A.

Editor : Humas Pemdes Dukun

 

96,8 FM Radio Gemilang